Halaman

Kamis, 20 Desember 2012

Kendala Peternak Kelinci


Salam hormat bagi para peternak kelinci, disini saya akan mengungkapkan bagai mana kendala beternak kelinci. mungkin dari sekian banyak para penggemar kelinci hanya melihat dari satu sisi yaitu keuntungan, dilain pihak kendala peternak kelinci tidak diperhatikan. selain dari segi penyakit dan mortalitas kendala yang paling utama pada peternakan kelinci adalah pemasaran.
Pemasaran kelinci memang biasanya oleh penggemar kelinci hanya dipandang sebelah mata tapi itu merupakan satu pokok masalah yang harus kita kaji. sebagai contoh ada seseorang yang pengin melihara kelinci sebelum masuk kepemeliharaan sudah dibingungkan dengan dua pertanyaan yaitu mau pelihara kelinci hias atau pedaging, pasti calon peternak sudah dibingungkan dengan kata kata tersebut.
Taruhlah jika calon peternak tersebut memilih kelinci hias maka calon peternak tersebut dibingungkan lagi dengan harga, memang untuk harga kelinci hias diindonesia cukup mahal. setelah dibingunkan dengan harga maka calon peternak tersebut juga dibingungkan kembali dalam benak peternak tersebut bagai mana nanti kalau kelinci sudah beranak pinak mau dijual kemana, apakah harga anakan sesuai dengan apa yang diidam idamkan calon peternak tersebut, dilain pihak jika calon peternak tersebut memilih kelinci pedaging maka kendala harus siap dihadapi yang berupa berapa harga perkilo daging kelinci, efisiensi pakan, konversi pakan dan masih banyak lagi. apakah antara biaya perawatan dengan harga daging seimbang. coba kita melangkah lebih maju dengan melihat ternak yang lain yang sudah dikomersilkan, tanpa sentuhan dari pemerintah maka ternak kelinci tidak akan se eksis ternak lain. makanya untuk sekarang ini ternak kelinci belum bisa dikatakan ternak penghasil uang, mungkin untuk sekarang boleh dikata bisa contoh kita beli indukan harga 200 ribu kita pelihara lalu beranak taruhlah 6 ekor yang hidup sampai kelinci tersebut disapih, dengan harga anak perekor katakanlah 40.000 maka untuk 6 ekor tinggal dikali, 6x40.000= 240.000. berarti kita mempunyai keuntungan 40.000 untuk 3 bulan pertama berarti dalam 3 bulan uang hanya untung 40.000 belum dipotong pakan. demikian dan seterusnya sampai kelinci tersebut menjadi banyak jika kelinci populasi anak kelinci dikandang sudah melebihi kapasitas maka peternak tersebut akan kebingungan mau dijual kemana dan dengan harga berapa?. otomatis jika populasi meningkat maka peternak akan bingung dalam kebingungan tersebut peternak pasti akan mengambil resiko dengan jalan menjual ketengkulak dengan harga yang jauh dibawah standar, jika peternak tidak mau ambil resiko maka anakan tersebut akan dibesarkan, paling nggak butuh 5 sampai 6 bulan untuk dapat dikonsumsi, nah untuk yang dibesarkan ini peternak sudah mulai bertanya tanya berapa harga daging kelinci. untuk ini saya akan kasih gambaran pada peternak, sebagai contoh harga daging kelinci per kilo 20.000, untuk umur 5 bulan kelinci bisa menghasilkan bobot 3kg maka :
3kg x 20.000 = 60.000. maka kelinci umur 5 bulan diharga 60.000.
sedangkan biaya pemeliharaan untuk kelinci umur 5 bulan per ekor membutuhkan pakan sebanyak kurang lebih 25 kg pakan menggunakan ampas tahu, 1kg ampas tahu seharga Rp 600,
25kg x 600 = 15.000
60.000 – 15.000 = 45.000
berarti keuntungan kelinci per ekor 40.000 belum dipotong biaya pekerja rumput, dan operasional yang lain. maka saya kurang begitu setuju jika kelinci dikatakan mesin penghasil uang atau ternak dengan keuntungan yang tinggi. berdasarkan survei baik harga peternak yang tadinya besemangat sekarang banyak yang tumbang.


sumber :http://suarapeternakkelinci.blogspot.com/

7 komentar:

  1. saya berkomentar....
    bagoooooossss haha

    BalasHapus
  2. ada beberapa hal yang harus di perhatikan ketika anda ingin beternak kelinci,salah satunya adalah anak kelinci,saya akan menjelaskan mengapa anak kelinci harus di perhatikan.
    1.Induk terganggu atau ketakutan
    Apabila induk merasa terganggu dan ketakutan karena suatu hal , misal : adanya hewan buas seperti tikus, kucing, anjing dan ular ataupun orang asing ( torang tidak merawat sehari-harinya ) keluar masuk melihatnya, Induk kelinci akan mengalami :
    A.Keguguran ( induk kelinci melahirkan tidak
    pada waktunya )
    B.Melahirkan diluar kotak sarang, sehingga
    anak kelinci kedinginan dan mati
    C.Induk yang sudah melahirkan dan merasa
    ketakutan/kebingungan , maka induk akan
    sering keluar masuk/meloncat-loncat ke
    kotak sarang dan mengakibatkan anak kelinci
    terinjak-injak oleh induk. Ini berakibat
    pada kematian anak kelinci

    2.Induk gagal memberikan ASI kepada anak kelinci
    Apabila menemukan anak kelinci 2 s.d. 3 hari tidak mendapatkan ASI dari induknya, maka anak akan mengalami kematian. Supaya tidak terjadi kematian anak kelinci , 1 s.d. 2 hari perlu dilakukan pemeriksaan pada anak kelinci, apabila ditemukan anak kelinci tidak mendapatkan ASI dari induk, maka anak kelinci harus segera dititipkan pada induk lain yang melahirkan waktunya bersamaan dan jumlah anaknya sedikit.

    3.Induk tidak mempunyai sifat keibuan
    Walaupun induk mempunyai banyak ASI, tetapi tidak mau merawat dan mengasuh anaknya dengan baik, maka berakibat anak kelinci menjadi kurus dan mati

    4.Induk yang mempunyai sifat kanibal
    Beberapa hal yang menyebabkan induk menjadi kanibal , antara lain :
    A.Induk merasa sangat terganggu dan
    ketakutan
    B.Air minum dan makanan jumlahnya dan mutunya
    sangat kurang
    C.Anak yang baru lahir mati dan terluka
    Hal lain bisa juga karena keturunan

    BalasHapus
  3. wah ini postinganya dapat jadi alternatif sumber pangan hewani masyarakat kita buat blognya tambah variasinya ya bang....

    BalasHapus
    Balasan
    1. kelinci memang punya segudang manfaat.
      oke,akan saya usahakan...

      Hapus
  4. ternak kelinci gitu to caranya..

    BalasHapus